Fenilketonurik adalah Gangguan Tubuh Serius, Inilah Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda mendengar istilah fenilketonurik? Suatu gangguan ini merupakan kelainan genetik yang menyebabkan seseorang tidak mampu mengurai asam amino fenilalanin, yaitu bahan baku pembentukan protein di tubuh. Akibatnya, banyak risiko yang disebabkan karena berkurangnya asupan protein itu sendiri. Fenilketonurik adalah kelainan yang dialami sejak lahir. Meskipun tidak bisa disembuhkan, namun terdapat cara ampuh untuk mengatasinya. Berikut ini penjelasannya.

  1. Menerapkan Pola Makan Rendah Protein
http://foodforkids.co.id/web/photo/pku.jpg

Seseorang yang mengalami mutasi gen yang menyebabkan fenilketonurik atau fenilketonuria memang harus segera diatasi agar kebutuhan proteinnya tetap tercukupi. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting diperhatikan. Oleh karena itu, diharapkan menerapkan pola makan khusus yaitu pola makan rendah protein.

Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat ada petunjuk untuk memilih makanan yang lebih dekat dengan bulatan di tengah. Itu artinya, makanan rendah protein adalah yang berada dekat pusat lingkaran. Beberapa menunya adalah sayuran hijau, buah-buahan, roti rendah protein, dan susu khusus. Berbagai jenis makanan ini harus dikonsultasikan juga dengan dokter yang menangani agar dipastikan aman sesuai anjuran dokter yang telah memeriksa kondisi tubuh pasien.

  • Mengonsumsi Suplemen Asam Amino

Selain memenuhi asupan protein lewat makanan yang rendah protein agar aman bagi tubuh yang tidak mampu mencerna protein tinggi, asupan protein lewat suplemen juga sangat dibutuhkan. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan, seperti yang dijelaskan di situs alodokter.com.

Fenilketonurik adalah kondisi yang tidak bisa mencerna protein secara normal, sehingga fungsi suplemen sangat membantu. Terdapat upaya pemberian suplemen asam amino yang memenuhi asupan protein untuk tubuh, tanpa harus mencernanya dari makanan berprotein. Cara ini sangat efektif menunjang kesehatan tubuh sebagaimana mestinya.

  • Menghindari Makanan dengan Pemanis Buatan
Related image

Pola makan sehat juga berlaku untuk menghindari makanan dengan pemanis buatan. Anda harus mengurangi konsumsi makanan manis, seperti permen, gulali, manisan, jeli, dan sebagainya. Hal ini berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna fenilalanin. Jadi, penderita fenilketonuria harus memperhatikan konsumsi makanan dengan pemanis buatan agar kondisi tubuh tetap baik.

  • Menghindari Minuman Berkarbonasi

Minuman berkarbonasi juga harus dihindari demi kesehatan tubuh. Minuman ini sangat membahayakan tubuh yang punya indikasi fenilketonurik. Jadi, minumlah minuman sehat, misalnya jus buah dengan gula asli, es buah, dan air putih tentunya. Minuman berkarbonasi juga tidak baik untuk tubuh yang normal sekalipun.

  • Istirahat Cukup

Fenilketonurik adalah kondisi langka yang mengharuskan upaya khusus untuk mengatasinya. Usahakan untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh. Aturlah waktu istirahat yang cukup agar tubuh tidak kelelahan dan kembali bugar. Jangan melakukan aktivitas yang berat demi mencegah kelelahan pada tubuh karena sistem imun hars dijaga baik-baik, terlebih bagi tubuh yang mengalami fenilketonurik. Tidurlah dalam waktu yang cukup dan tepat waktu. Metabolisme akan tetap lancar jika tidur teratur.

  • Rutin Kontrol Kondisi Tubuh ke Dokter

Cek kesehatan sebenarnya perlu dilakukan bagi setiap orang. Akan tetapi, kondisi tubuh yang mengalami fenilketonurik harus mendapatkan penanganan khusus secara lebih optimal. Hal ini terkait dengan asupan protein dalam tubuh. Karena terdapat ketidakmampuan tersebut, upaya kontrol ke dokter tentu harus dilakukan lebih sering yaitu secara berkala. Upaya konsultasi juga lebih sering dilakukan, mengingat adanya pola makan dan pola hidup yang harus benar-benar sehat dan khusus.

Poin yang menjadi perhatian dalam mengatasi fenilketonurik adalah Anda harus memperhatikan kondisi tubuh dan cara penanganan yang tepat tersebut. Selalu periksakan diri ke dokter secara teratur untuk mengetahui kondisi tubuh. Konsultasi pola makan dan istirahat juga perlu dilakukan agar dapat mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak. Konsumsi suplemen juga harus berdasarkan anjuran dokter agar tetap aman.

Sumber artikel:

www.alodokter.com

www.halodoc.com

Sumber gambar:

foodforkids.co.id

wiznoegroho.wordpress.com

Leave a Comment